1 Mei: Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat 1 Mei: Hari Buruh Sedunia 2 Mei: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 5 Mei: Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) 10 Mei: Hari Lupus Sedunia 11 Mei: Hari POM - TNI 15 Mei: Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta) 16 Mei: Hari Wanadri 17 Mei: Hari Buku Nasional 19 Mei: Hari Korps Cacat Veteran Indonesia 20 Mei: Hari Kebangkitan Nasiona-Hari Bakti Dokter Indonesia 21 Mei: Hari Peringatan Reformasi 23 Mei: Hari Penyu Sedunia 29 Mei: Hari Keluarga 31 Mei: Hari Tanpa Tembakau Sedunia

200 Pemuda Sultra Dikukuhkan Jadi Kader Inti Pemuda Anti Narkoba

  • Kedeputian,Kepemudaan,Kesehatan,Pendidikan
  • Kamis, 04 April 2019

DEPTUI 1 | Kendari - 200 pemuda Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi dikukuhkan sebagai Kader Inti Pemuda Anti Narkoba, di Kendari, Kamis (4/4). Selama empat hari mereka menjalani pendidikan dan pembekalan ihwal penanggulangan dan bahaya narkoba. Kegiatan yang digelar Kemenpora itu diikuti pemuda dari Kendari, Bombana, Konut, Konawe dan Kolaka.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sultra, Brigjen Pol Imran Kori mengatakan, lembaganya siap  memberdayakan kader pemuda anti narkoba. Ia mengimbau masing masing BNNK menunjuk lima desa untuk menjadi desa bersinar (bersih narkoba) . Juga berharap kader anti narkoba bisa menjadi generasi yang memerangi narkoba.

"Jangan hanya sekadar ikut pelatihan, lalu hilang begitu saja. Mari kita bersama sama melaksanakan kegiatan P4GP," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Pengkuhan.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Kepemudaan pada Deputi Pemberdayaan Kepemudaan  Kemenpora Arifin Majid mengatakan peserta bisa menggaet temannya hingga lima orang. Sehingga bisa menjadi seribu kader anti narkoba.

Jangan hanya setelah kegiatan ini, lalu dilupakan. Yang diharapkan kegiatan ini terus berlanjut. Kemenpora juga bisa menunjang kegiatan kader pemida anti narkoba dalam bentuk modal usaha. "Kami berharap dari pemprov, menindaklanjuti kegiatan yang telah kita lakukan. Kita ingin kerjasama yang baik dengan provinsi. Di provinsi Jatim misalnya, kita sudah lakukan, semoga Sultra juga bisa ikut seperti itu," kata dia.

Kemenpora setelah latih, kader akan diserahkan ke Pemprov untuk diberdayakan. Bisa berlanjut untuk melawan narkoba. "Ketika diserahkan, lalu tidak ditindaklanjut. Maka cuma sekadar seremoni saja," jelas Arifin.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas mengatakan kegiatan ini memberikan penguatan terhadap kader muda bangsa ini. Ia mengapresiasi Kemenpora karena menggelar kegiatan seperti ini di Sultra.

Pengguna narkoba di Sultra hampir 40 persen dari kalangan pelajar. Karena itu, ia mengajak untuk menyukseskan program Kemenpora. "Kita harus anti narkoba. Kita bernatas narkoba," pinta Lukman.

Setiap hari di Indonesia 5 hingga 6 orang meninggal karena narkoba. Ia berharap pemuda Sultra tidak seperti. Jangan sekali-sekali mencoba narkoba karena bisa terpengaruh. “Jadilah pemuda yang terbaik buat agama, keluarga dan masyarakat. Patuhi petunjuk pemerintah,” ajaknya.

Sebagai Ketua KONI Sultra, ia juga siap membantu kader narkoba untuk melakukan kegiatan positif di daerahnya. "Kita harus menjadi kader kader yang memberantas narkoba. Jadi pelopor pemuda melawan narkoba," harap Wakil Gubernur. (Jir)