1 Mei: Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat 1 Mei: Hari Buruh Sedunia 2 Mei: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 5 Mei: Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) 10 Mei: Hari Lupus Sedunia 11 Mei: Hari POM - TNI 15 Mei: Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta) 16 Mei: Hari Wanadri 17 Mei: Hari Buku Nasional 19 Mei: Hari Korps Cacat Veteran Indonesia 20 Mei: Hari Kebangkitan Nasiona-Hari Bakti Dokter Indonesia 21 Mei: Hari Peringatan Reformasi 23 Mei: Hari Penyu Sedunia 29 Mei: Hari Keluarga 31 Mei: Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Kemenpora Dukung Peluncuran Indeks Pembangunan Kepemudaan Tahun Ini

  • Kementerian
  • Selasa, 27 Februari 2018
DEPUTI I | Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendukung penuh peluncuran Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK) pada tahun ini. Sebab dengan adanya indeks pembangunan kepemudaan, fokus pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap program kepemudaan ke depan menjadi lebih terukur.  “Kerja-kerja pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap program kepemudaan ke depan menjadi lebih terencana dan berdasarkan angka kuantitatif. Yang artinya apa yang diinginkan oleh pemuda untuk pengembangan dirinya bisa lebih detail dan tepat sasaran,” ujar Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Prof Faisal Abdullah usai melakukan persiapan akhir menjelang launching Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK) pada tahun ini di Hotel Sari Pasifik, Jakarta, Senin, (26/2).    Selain Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora,  rapat  persiapan akhir Launching IPK yang dipimpin Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas Subandi ini juga dihadiri Deputi Bidang Statistik Sosial, BPS, M. Sairi Hasbullah dan beberapa pejabat lintas kementerian dan lembaga.  Sebagaimana diketahui, Indonesia telah mendapatkan bonus demografi sejak tahun 2012. Menurut perhitungan, puncak bonus demografi itu akan terjadi pada tahun 2018-2030. Pada rentang waktu tersebut, proporsi usia produktif akan mencapai 68,1 % dari total penduduk Indonesia sebesar 255 juta orang. Dalam lingkup usia produktif itu, tentu jumlah pemuda yang ada di dalamnya sangat signifikan angkanya.    Kondisi yang mengandung tantangan dan ancaman tersebut, tentunya perlu disikapi dengan program nasional dan pelaksanaan agenda SDG's (Sustainable Development Goals) yang lebih semakin efektif dan terintegrasi. Upaya itu harus melibatkan pemangku kepentingan lintas kementerian/lembaga terkait, khususnya di bidang kepemudaan.     Untuk itu perlu ada acuan parameter bersama untuk kementerian/lembaga yang berkaitan dengan pembangunan bidang kepemudaan. Salah satunya berupa Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK). (admin).