1 Januari: Tahun Baru – Hari Libur Nasional 3 Januari: Hari Departemen Agama Republik Indonesia 5 Januari: Hari Korps Wanita Angkatan Laut 10 Januari: Hari Gerakan Satu Juta Pohon 10 Januari: Hari Lingkungan Hidup Indonesia 10 Januari: Hari Tritura 15 Januari: Hari Peristiwa Laut dan Samudra atau Hari Dharma Samudra 25 Januari: Hari Gizi dan Makanan 25 Januari: Hari Kusta Internasional 5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh, Hari Lahir HMI

Kemenpora Rancang Aplikasi Database Potensi Pemuda

  • Pemuda,Pendidikan
  • Selasa, 27 Februari 2018
Kemajuan teknologi informasi dan digital mendorong Kemenpora untuk menciptakan aplikasi yang akan menjadi pangkalan data potensi dan tantangan pemuda dan kepemudaan Indonesia. Upaya untuk mewujudkan mimpi besar itu sedang dirancang bersama Tyovan Ari Widagdo  yang merupakan CEO dan founder http://bahaso.com.   “Bukan sesuatu yang mustahil, jika suatu hari nanti, kita akan memiliki data individu pemuda by name, by address, by locus. Organisasi/komunitas kepemudaan pun dapat kita data pula, sesungguhnya, sejalan dengan amanat Undang-Undang Kepemudaan dalam memenuhi hak-hak setiap pemuda,” jelas Asdep Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda pada Deputi I Kemenpora, Esa Sukmawijaya saat mewakili Menpora Imam Nahrawi menjadi narasumber Seminar Nasional-Silatnas BEM Pesantren se-Indonesia di Universitas Sains Al Qur'an, Wonosobo, Jawa Tengah, akhir pekan ini.   Sarasehan dan Silatnas BEM Pesantren se-Indonesia digelar 23-25 Februari 2018, menghadirkan ratusan puncuk pimpinan organisasi santri dari berbagai daerah tanah air. Berisi berbagai kegiatan seperti Seminar,Presentase Essay, Kajian Kitab Kuning, khataman Alqurán dan sebagainya.   DEPUTI | Asdep Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda menjadi salah satu narasumber dalam Seminar bertajukMembaca Tantangan dan Peluang Santri Millenial di Tengah Era Liberalisasi Teknologi dan Revolusi Teknologi yang digelar pada hari kedua, Sabtu (24/2). Narasumber lain pada Seminar ini adalah Tyovan Ari Widagdo  yang merupaan pemuda asli Wonosobo. “Saya bangga mendampingi narasumber Tyovan Ari Widagdo di forum ini. Karena lebih dari 350.000 orang telah bergabung dalam komunitas pembelajar bahasa asing di Bahaso. Luar biasa kiprah pemuda kita,” ujar Esa.   Pada kesempatan itu, Asdep Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda juga membagikan buku  unik kepemudaan kepada peserta seminar yang kritis dan bisa menjawab pertanyaan dengan tepat.   Esa menegaskan bahwa data-data kepemudaan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun, sangat penting sebagai bahan pertimbangan atau pengambilan keputusan oleh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Jika nanti sudah ada aplikasi yang bisa menambung semua potensi pemuda dan kelompok pemuda secara detil identitasnya, kebijakan yang diambil juga bisa mengena, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada. (admin)