1 November: Hari Inovasi Indonesia 5 November: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 10 November: Hari Pahlawan 10 November: Hari Ganefo 11 November: Hari Bangunan Indonesia 12 November: Hari Ayah Nasional 12 November: Hari Kesehatan Nasional 14 November: Hari Brigade Mobil (Brimob) 14 November: Hari Diabetes Internasional 20 November: Hari Anak-anak Sedunia 21 November: Hari Pohon Sedunia 25 November: Hari Guru 28 November: Hari Menanam Pohon Indonesia 29 November: Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri)

Kirab Pemuda 2018 Zona 2, Saksi Pilu Bencana Palu

  • Kedeputian,Kementerian,Kepemudaan,Pemerintah Daerah
  • Selasa, 09 Oktober 2018

(Ditulis Oleh Yeni Ernawati)

Peserta Inti Kirab Pemuda 2018 utusan dari Provinsi Lampung

 

Perjalanan kami menuju Palu. Dengan tekad yang sudah kami niatkan. Rombongan Kirab Pemuda 2018 zona 2 memutuskan berangkat menuju Palu, Sulawesi Tengah. Keberangkatan kami pukul 09.00 Wita di lepas dengan berat hati oleh orang tua asuh. Lagi dan lagi di setiap pertemuan pasti akan selalu ada perpisahan. Namun perpisahan kali ini sangat berbeda dengan perpisahan – perpisahan yang sebelumnya karena perjalanan kami kali ini adalah perjalanan yang sangat beresiko. Lantaran terjadi bencana alam gempa dan tsunami di tempat yang akan kami kunjungi. Semua media di televisi memberitakn mengenai hal ini. Mereka mengekspos keadaan dan jumlah korban yang di Donggala dan Palu. Seluruh sosial media pun tak luput dari topik ini. Setelah melewati berbagai daerah akhirnya kami tiba di sebuah tempat dimana jalan menuju Sigi daerah yang diagendakan akan menjadi titik singgah berikutnya terjadi longsor. Kami memutuskan untuk menginap di Parigi. Namun ternyata penduduk yang tinggal di daerah tersebut juga sudah mengungsi di tempat yang lebih aman. Secara logika kami tak mungkin melanjutkan perjalanan menuju Sigi. Saat itu rombongan memutuskan menuju Poso untuk mencari penginapan. Dan betul. Allah selalu bersama kami, Sigi rata dengan tanah di terjang gempa dan tsunami.

 

Sulawesi Tengah, Donggala, Sigi saat ini habis di lalap gempa dan tsunami. Begitu juga dengan kami yang menyaksikan bagaimana ketegangan yang memporak – porandakan jiwa dan juga mental. Kota mati yang seluruh penerangan sudah tak berfungsi, air sebagai sumber kehidupan sudah tak lagi mengalir. Harapan – harapan sudah mulai runtuh oleh tangisan, jiwa – jiwa yang hilang berhamburan. Disepanjang jalan masyarakat tak tenteram oleh ancaman. Seluruh kota yang kami lewati bak mati dan tak berpenghuni. Semua warga mengungsi dengan rasa takut yang berkecamuk dalam diri. Bertepatan hari jadi  kota Palu hamburan ketegangan menyelimuti penduduknya, akses ke daerah ini sangat sulit dileati. Kini mereka menunggu kita,, mereka butuh dukungan dan doa kita bersama.

 

Untuk seluruh masyarakat Indonesia marilah kita bersama – sama mendoakan kerabat kita yang berada di Palu, Donggala dan Sigi. Semoga tetap tabah dan selalu di beri kekuatan dalam menjalani hari – hari berikutnya.

 

Keterangan gambar :

Doa bersama untuk Palu oleh peserta inti kirab pemuda 2018 dan pemuda Puhowato 29 September 2018