19 Agustus: Hari Departemen Luar Negeri Indonesia 21 Agustus: Hari Maritim Nasional 2 Februari: Hari Lahan Basah Sedunia (Internasional) 4 Februari: Hari Kanker Dunia (Internasional) 5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provincien) 9 Februari: Hari Kavaleri 12 Februari : Hari Darwin 13 Februari : Hari Persatuan Farmasi Indonesia 14 Februari : Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA) 15 Februari : Hari Kanker Anak-anak Sedunia 19 Februari : Hari KOHANUDNAS 20 Februari : Hari Pekerja Nasional 20 Februari : Hari Keadilan Sosial Sedunia 21 Februari : Hari Bahasa Ibu Internasional 22 Februari : Hari Kepanduan Sedunia 22 Februari : Hari Istiqlal 22 Februari : World Thinking Day 23 Februari : Hari Rotary Club 28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia 01 Maret : Hari Kehakiman Nasional 01 Maret : Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 01 Maret : Hari Ginjal Sedunia 2 Februari: Hari Lahan Basah Sedunia (Internasional) 4 Februari: Hari Kanker Dunia (Internasional) 5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provincien) 9 Februari: Hari Kavaleri

Kota Bandung Barometer Industri Kreatif ASEAN

  • Ekonomi,Kepemudaan,Pelatihan,Workshop Seminar
  • Kamis, 02 Mei 2019

SINDONEWS.COM | Bandung - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengapresiasi perkembangan industri kreatif di Kota Bandung. Kota Bandung dianggap salah satu barometer industri kreatif di Indonesia bahkan ASEAN. Hal itu berkat beragam produk kreatif yang lahir di Kota Bandung

 

"Kota Bandung salah satu kota industri kreatif, yang kita lihat peningkatannya di sejumlah bidang yang menonjol, seperti fesyen, kuliner, dan masih banyak lagi," ujar Deputi bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah saat Rakornis Survei dan Pemetaan Peningkatan Kreativitas Pemuda di Hotel Grand Pacific, Jalan Pasir Kaliki, Kota Bandung, Rabu (1/5/2019).

 

Menurutnya, salah satu produk kreatif pemuda Kota Bandung di bidang kuliner, yakni pisang ijo. Walau bukan merupakan makanan asli Bandung, namun diolah sedemikian rupa agar menjadi menarik dan dinikmati masyarakat.

 

"Jadi tidak mesti makanan asli Bandung, seperti pisang ijo. Yang diolah dengan kreativitas menjadi makanan yang modern dan menarik," katanya.

 

Ia melanjutkan, kreativitas juga muncul di bidang pertanian yang dikolaborasikan dengan IT. Sehingga muncul start up yang mewadahi para petani rempah-rempah, yang hasil pertaniannya diolah menjadi bumbu atau obat yang dibantu oleh perkembangan teknologi.

 

"Hal baru ini di Kota Bandung sudah mulai, ide dari para pemuda di Digital Innovation Longe (Dilo) atau kampung start up yang diinisasi oleh Telkom," ucapnya.

 

Kini pihaknya tengah menyurvei dan pemetaan kreativitas pemuda di seluruh Indonesia. Terutama dalam menyamakan persepsi antara pusat dan kewilayahan akan konsep industri kreatif sendiri.

Sumber

https://daerah.sindonews.com/read/1400584/174/kota-bandung-barometer-industri-kreatif-asean-1556722386