1 November: Hari Inovasi Indonesia 5 November: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 10 November: Hari Pahlawan 10 November: Hari Ganefo 11 November: Hari Bangunan Indonesia 12 November: Hari Ayah Nasional 12 November: Hari Kesehatan Nasional 14 November: Hari Brigade Mobil (Brimob) 14 November: Hari Diabetes Internasional 20 November: Hari Anak-anak Sedunia 21 November: Hari Pohon Sedunia 25 November: Hari Guru 28 November: Hari Menanam Pohon Indonesia 29 November: Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri)

Pemuda Tani di Era Milenial

  • Ekonomi,Kedeputian,Kemenpora,Kementerian,Kepemudaan,Kesehatan,Lingkungan,Lintas Sektor,OKP dan Keormasan,Pemerintah Daerah,Pendidikan,Polsosbud,Religi
  • Jumat, 21 September 2018

Ditulis oleh : Yayat Suyatna

(Menyambut Bulan Pemuda)

 

Dulu, masalah utama yang dihadapi pemuda-pemudi Indonesia adalah tidak adanya persatuan dalam melawan penjajah. Karena itu, lahirlah Sumpah Pemuda sebagai momentum persatuan bangsa. Kini, puluhan tahun sudah berlalu sejak Sumpah Pemuda diikrarkan. Nyatanya, masih banyak masalah yang dihadapi generasi muda Indonesia.

 

Selain masalah lapangan kerja, juga munculnya sikap masa bodoh kebanyakan generasi muda Indonesia. Menurutnya, karena kondisi dan situasi zaman, mereka yang hidup di tengah-tengah kemodernan sebenarnya tahu tentang ke-Indonesia-an tetapi betul-betul lupa soal sejarah persatuan bangsa.

 

Mungkin lebih banyak lagi permasalahan yang dihadapi pemuda, bukan hanya masalah nasionalisme. Bisa jadi permasalahan pemuda itu muncul dari pengalaman pribadi pemuda itu sendiri. Coba sampaikan permasalahan yang pernah dialami oleh teman-teman pemuda, bisa jadi itu menjadi permasalahan bersama para pemuda lainnya !

 

Penyelesaian permasalahan pemuda tentu saja bisa diselesaikan dengan kerja sama dan sama-sama bekerja sungguh-sungguh dari semua elemen penting termasuk pemuda itu sendiri.

 

Isu paling penting yang dihadapi pemuda dari dulu sampai sekarang adalah isu pendidikan dan pekerjaan, karena dua hal inilah yang paling berpengaruh dan menentukan masa depan mereka. Tingkat kesuksekan mereka dimasa dewasa dan masa tua ditentukan oleh pendidikan dan pekerjaan yang mereka terima di masa muda.

 

Berdasarkan data dari BPS Tahun 2017, jumlah pemuda sebanyak 63,36 juta pemuda. Sebanyak 52,89 % pemuda bekerja pada sektor jasa, 26,32 % bekerja pada manufaktur dan hanya 20,79 % yang bekerja pada sektor pertanian (termasuk perkebunan dan perikanan).

 

Jika dihubungkan antara lapangan usaha  dengan tingkat pendidikan pemuda bekerja, terlihat bahwa hanya sekitar 2 persen pemuda berpendidikan perguruan tinggi yang terjun pada sektor pertanian. Sedangkan pemuda berpendidikan SD/sederajat, SMP/sederajat, dan SMA/ sederajat yang bekerja di sektor pertanian persentasenya tidak jauh berbeda (28,80 persen, 30,64 persen, dan 24,95 persen). Pemuda dengan tingkat pendidikan tinggi lebih tertarik pada pekerjaan di bidang jasa. Beberapa ahli ada yang menyatakan bahwa Indonesia sudah memasuki “krisis petani muda.”  Ini tentu saja merupakan tantangan tetapi juga sekaligus harus dijadikan peluang bagi Pemuda.

 

Tantangan besar lainnya yang dihadapi para pemuda adalah kondisi tingkat partisipasi keagamaan pemuda yang cenderung menurun dari tahun ke tahun (Tahun 2009 sekitar 67%, tahun 2012 sekitar 55%, tahun 2015 sekitar 51% menurut data BPS). Kegiatan pemuda pada hari ini menunjukan adanya kolaborasi pemuda, pertanian dan keagamaan merupakan salah satu jawaban konkrit terhadap permasalahan di atas.

 

Kitu bersyukur ada beberapa pemuda yang menjadi petani di era milenial ini, berinovasi  tidak harus memiliki lahan yang luas dan berlokasi di daerah perdesaan. Daerah perkotaan dan memiliki lokasi kecil pun bisa memberikan hasil pertanian yang bagus, asalkan memiliki ilmu dan teknologi yang baik, serta memiliki keinginan untuk terus belajar dan mau berinovasi dalam mengembangkan hasil pertanian dan produk olahannya. Lebih-lebih lagi dengan dunia medsos yg sudah canggih sekarang ini, petani milenial dengan cepat dapat memasarkan produknya melalui medsos.